status pubertas

Status pubertas

  1. Status pubertas M1A0PO

Penjelasan

  1. M adalah kode yang digunakan di klinik, kode ini terdiri dari M1, M2, M3, M4, dan M5 hal ini disesuaikan dengan stadium Tanner untuk menunjukan adanya pertumbuhan payudara.
  • 11.7 (+ 1.2) thn : payudara  dan kenaikan papilla, areola meluas                 (Tanner 2)
  • 12.4 (+ 1.1) thn:  payudara dan areola meluas, tidak ada pemisahan          (Tanner 3)
  • 12.9 (+ 1.05) thn : Areola dan papilla masih berupa struktur tambahan      (Tanner 4)
  • 14.4 (+ 1.1) thn : Nipple, areola bagian dari payudara                                     (Tanner 5)
  1. A adalah kode yang dugunakan untuk menunjukan pertumbuhan rambut ketisk (Aksila), pertumbuhannya hampir sama dengan pertumbuhan rambut pubik. Kode ini terdiri dari A1, A2, A3, dimana untuk anak dengan usia 12.9 (+ 1.05) thn menurut stadium tanner harusnya sudah tumbuh  90%.
  2. c.       P adalah kode yang digunakan untuk menunjukan pertumbuhan rambut pubik, hal ini berdasarkan stadium Tanner. Kode ini terdiri dari P1, P2, P3, P4, P5.
  • 11.7 (+ 1.2) thn : lurus, medial labia                                                         (Tanner 2)
  • 12.4 (+ 1.1) thn : Mulai keriting, jumlah meningkat,semakin gelap   (Tanner 3)
  • 12.9 (+ 1.05) thn : Kasar, keriting, lebih sedikit dari dewasa             (Tanner 4)
  • 14.4 (+ 1.1) thn : tipe dewasa, menyebar hingga selangkangan      (Tanner 5)

Interpretasi dari Status pubertas M1A0PO adalah perempuan dalam pemicu belum menunjukan adanya pertumbuhan payudara, pertumbuhan aksila yang kurang dan tidak adanya pertumbuhan rambut pubik.

 

  1. Pubertas Prekoks dan Pubertas Tertunda
    1. Klasifikasi penyebab perkembangan seksual prekoks pada manusia
Pubertas Prekoks Sejati

Konstitusional

Serebrum : ganguan yang mengenai hipotalamus posterior

Tumor

Infeksi

Kelainana perkembangan

Prekoks tidak tergantung-gonadotropin

Pseudopubertas prekoks (tanpa spermatogenesis atau perkembangan ovarium)

     Adrenal

Hiperplasia adrenal kongenital virilisasi

Tumor pensekresi androgen (pada pria)

Tumor pensekresi androgen (pada wanita)

Gonad

Tumor sel leydig testis

Tumor sel granulosa ovarium

Lain-lain

  1. Pubertas tertunda atau tidak ada

Pubertas yang belum mulai pada pria 14 tahun dan wanita umur 13 tahun. Penyebabnya dapat bermacam-macam, dari defisiensi hormon seks sampai ke berbagai (sindrom Turner, klinefelter). Pubertas tidak dapat dianggap tertunda secara patologis sampai menarche timbul pada usia 17 tahun atau testis tidak berkembang sampai usia 20 tahun

SUMBER:

  1. Matondang, Corry S, dkk. 2003. Diagnosis Fisis Pada Anak. Jakarta: CV Sagung Seto
  2. Ganong, WF. 2008. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN. Jakarta: EGC
a

 

About medicalcom

medical
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s