tibia vara

Tibia Vara

Tibia vara idiopatik atau penyakit Blount adalah gangguan yang jarang terjadi yang ditandai oleh kelainan pertumbuhan sisi media epifisis tibia proksimal, mengakibatkan angulasi varus progresif di bawah lutut. Tibia vara dapat terjadi pada setiap kelompok umur pada anak yang sedang diklasifikasikan sebagai infantil (1-3 tahun), juvenil (4-10 tahun), dan remaja (11 tahun atau lebih tua). Bentuk juvenil dan remaja biasanya digabung sebagai sebagai tibia vara mulai lambat. Ketiga kelompok ini sama-sama memiliki karakteristik klinis yang relatif lazim, sedang perubahan radiografi pada kelompok mulai lambat kurang menonjol daripada bentuk infantil. Walaupun penyebab tibia vara yang pasti tetap belum diketahui, kelainan ini tampaknya akibat supresi pertumbuhan dari kenaikan gaya kompresif di sisi media lutut.

Manifestasi klinis

Bentuk infantil tibia vara paling lazim, terutama mengenai anak perempuan dan kulit hitam, terdapat obesitas yang nyata, sekitar 80% terjadi bilateral, tonjolan metafisis media hebat, torsi tibia interna, dan ketidaksesuaian panjang kaki. Yang khas pada bentuk juvenil dan remaja (mulai lama) didominasi laki-laki dan kulit hitam, obesitas yang nyata, tinggi normal dan di atas normal, sekitar 50% keterlibatan bilateral, deformitas genu varum progresif lambat, nyeri yang lebih merupakan keluhan utama awal, tidak teraba tonjolan metafisis medial proksimal, torsi tibia interna minimal, kelemahan ligamentum kolaterale mediale ringan, dan ketidaksesuaian panjang tungkai bawah yang ringan. Perbedaan antara tiga kelompok tampak terutama karena umur mulainya, besarnya sisa pertumbuhan, dan besar gaya kompresi medial. Kelompok infantil mempunyai potensi terbesar untuk terjadinya deformitas, dan kelompok remaja mempunyai potensi yang terkecil.

Evaluasi radiografi

Pada anak dengan tibia vara biasanya dilakukan foto rontgen AP pada kedua ekstremitas bawah dan posisi lateral pada ekstremitas yang terkena. Posisi anak berdiri dengan pembebanan memungkinkan terlihatnya deformitas klinis maksimal. Fragmentasi dengan deformitas tahap penonjolan dan penonjolan metafisis tibia medial proksimal merupakan tanda-tanda utama kelompok infantil. Perubahan dalam metafisi tibiale medialis kurang mencolok pada bentuk-bentuk mulai awal, yang ditandai oleh adanya baji bagian medial epifisis, depresi artikuler posteromedial ringan, fisis lengkung ke arah kepala serpiginosa, dan tidak ada fragmentasi atau ringan atau tonjolan metafisis medial proksimal.

Kadang-kadang, atrografi, foto resonansi magnetik, atau tomografi mungkin perlu untuk menilai meniskus, permukaan artikuler tibia proksimal, atau integritas fisis tibia proksimal. Ini biasanya dicadangkan untuk deformitas yang lebih berat.

Penanganan

Penatalaksanaan tibia vara dapat nonoperatif maupun operatif pada bentuk infantilnya. Tibia vara mulai lambat ditangani secara operatif

Nonoperatif

Penatalaksanaan ortotik dapat dipertimbangkan pada anak dengan tibia vara infantil yang berumur 3 tahun atau lebih muda dengan deformitas ringan. Pada sekitar 50% anak yang memenuhi kriteria ini, deformitas dapat terkoreksi secara memadai. Orthosis lutut-pergelangan kaki-kaki harus digunakan dengan satu medial tegak, tampa lutut bergantung. Bantalan dan tali pengikat harus ditempatkan pada femur distal dan tibia proksimal untuk mempergunakan gaya valgus. Orthosis harus dipasang 22-23 jam setiap hari. Trial maksimum 1 tahun manajemen orthotik sekarang dianjurkan. Jika koreksi total tidak dicapai sesudah 1 tahun atau jika penjelekan terjadi selama waktu ini, kemudian terindikasi osteotomi korektif.

Operatif

Indikasi penanganan bedah tibia infantil adalah usia 4 tahun atau lebih, kegagalan penatalaksanaan ortotik, dan deformitas lebih berat. Osteotomi valgus tibia proksimal dan osteotomi diafisis fibula terkait biasanya merupakan prosedur pilihan. Pada tibia vara yang mulai lambat, koreksi juga diperlukan untuk memperbaiki sumbu mekanik lutut. Pilihan bedah yang sama seperti disajikan pada anak yang lebih tua dengan tibia vara infantil dapat diterapkan pada kelompok umur ini. Osteotomi valgus tibia proksimal dan osteotomi diafisis fibula merupakan prosedur yang paling lazim.

Figure 674-9 Anteroposterior radiograph of both knees in Blount disease.

–          Behrman, Richard E, et al. 2000. Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15. Jakarta : EGC

Dasar Terapi

  1. Terapi Diet

Terapi diet direncanakan berdasarkan individu. Hal ini bertujuan untuk membuat defisit 500-1000 kkal/hari.

  1. Aktivitas Fisik

Pada penderita obesitas, terapi harus dimulai secara perlahan dan intensitasnya sebaiknya ditingkatkan secara bertahap.

Pasien dapat memulai aktivitas fisik dengan berjalan selama 30 menit dengan jangka waktu 3 kali seminggu dan dapat ditingkatkan intensitasnya selama 45 menit dengan jangka waktu 5 kali seminggu.  Dengan regimen ini, pengeluaran energy tambahan sebanyak 100 sampai 200 kalori per hari dapat dicapai.

  1. Farmakoterapi

Sibutramine dan Orlistat merupakan obat-obatan penurun berat badan untuk penggunaan jangka panjang untuk pasien dengan indikasi obesitas. Sibutramine ditambah diet rendah kalori dan aktivitas fisik terbukti efektif menurnkan berat badan dan mempertahankannya.  Orlistat menghambat absorpsi lemak sebanyak 30 persen. (Sudoyo et.al., 2006).

Sumber : Sudoyo, Aru W. Setiyohadi, Bambang. Alwi, Idrus. Simadibrata K, Marcellus. Setiati, Siti. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI

a

About medicalcom

medical
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s