urinalisis

URINALISIS

Pemeriksaan urin tidak hanya dapat memberikan fakta fakta tentang ginjal dan saluran kemih,tetapi juga mengenai faal pelbagai organ dalam tubuh seperti:hati,saluran empedu,pakreas,kortex adrenal,dll.

Pemeriksaan  Rutin

Pemeriksaan rutin,yang sebaiknya dinamakan “pemeriksaan penyaring” ialah beberapa pemeriksaan yang dianggap dasar bagi pemeriksaan selanjutnya dan yang menyertai pemeriksaan badan tanpa pendapat khusus.

Jenis pemeriksaan rutin itu,berbeda beda menurut pandangan yang dianut dalam sesuatu rumah sakit.

  1. Jumlah urin
  2. Makroskopi:warna dan jernihnya urin
  3. Berat jenis
  4. Protein
  5. Glukosa
  6. Pemeriksaan sediment

Jumlah Urin

Mengukur jumlah urin bermanfaat untuk ikut menentukan adanya gangguan faaal ginjal,kelainan dalam keseimbangan cairan badana dan berguna juga untuk menafsirkan hasil pemeriksaan kuantitatif  dan semikuantitatif dengan urin.

Adapun mengukur jumlah uru=in dapat diklakukan dengan :

  1. Urin 24 jam
  2. Urin siang 12 jam dan urin malam 12 jam
  3. Timed specimen pada sesuatu percobaan tertentu
  4. Urin sewaktu

Jumlah urin 24 jam sangat berbeda dari seseorang ke orang lain.banyak sekali faktor yang berpengaruh  kepada dieresis itu ,umpamanya umur,berat badan ,kelamin ,makanan dan minuman,suhu badan,iklim dan aktivitasvorang yang bersangkutan .Rata rata didapat didaerah tropik jumlah urin 24 jam antara 800 – 1300 ml untuk orang dewasa

Jumlah urin  siang normal 12 jam  keadaan normal 2 sampai 4 lebih  besar dari urin malam 12 jam.perbandingan itu tidak berubah ,biarpun misalnya banyaknya minuman pada malam hari dijadikan sama dengan yang siang hari.Perbandingan antara urin siang 12 jam  dan urin malam 12 jam  seperti ditulis tadi,tidak berlaku sepenuhnya pada anak anak.

Penelitian terhadap dieresis urin 24 jam atau 12 jam menentukan adanya kelainan seperti  poliuria dan oliguria yang dapat dipertalikan dengan keadaan klinik tertentu.

Warna Urin

Memperhatikan warna urin  bermakna karena kadang kadang didapat kelainan yang bermakna untuk klinik.Warna urin diuji  pada tebal lapisan 7-10 cm dengan cahaya  tembus ,tindakan itu  dapat dilakukan dengan mengisis tabung reaksi sampai ¾  penuh dan ditinjau  dalam sikap serong.

Nyatakan warna urin dengan:tidak berwarna ,kuning muda, kuning, kuning tua, kuning bercampur merah, merah bercampur kuning, merah, coklat kuning bercampur hijau ,putih serupa susu,dll.

Pada umumnya warna urin ditentukan  oleh besarnya dieresis,makin besar dieresis makin muda warna urin itu,,biasanya warna normal urin berkisar antara kuning muda dan kuning tua.warna itu disebabkan oleh beberapa macam zat warna,terutama urochrom dan urobilin.

Berberapa sebab warna urin

Kuning

  1. Zat warna normal dalam jumlah besar: urochrom dan urobilin.
  2. Zat warna abnormal: bilirubin
  3. Obat obat dan diagnostika:sanatonin ,PSV,riboflavin dan lain lain

Hijau

  1. Zat warna abnormal dalam jumlah besar:indikan
  2. Obat obat dan diagnostika:methylenblue,Evan’s blue
  3. Kuman kuman:Ps.aeruginosa

Merah

  1. Zat warna normal dalam jumlah besar:uroerythrin.
  2. Zat warna abnormal:hemoglobin,porfirin,porfobilin.
  3. Obat obat dan diagnostika: santonin,psp,amidoprin dan lain lain
  4. Kuman kuman:B.poridigous

Coklat

  1. Zat warna normal dalam jumlah besar:urobilin
  2. Zat warna abnormal:bilirubin,hematin,porfobilin

Coklat tua atau hitam

  1. Zat warna normal dalam jumlah besar:indikan
  2. Zat warna abnormal:darah tua,alkapton.melamin
  3. Obat obat:derivate derivate fenol,argyol

Serupa susu

  1. Zat warna normal dalam jumlah besar:fosfat,urat
  2. Zat warna abnormal:pus.getah pospat,shylus

Kejernihan

Cara mengujji kejernihan sama seperti menguji warna.Nyatakan pendapat dengan:jernih,agak keruh,keruh atau sangat keruh.

Pentinglah untuk menemukan apakah urin itu telah keruh pada waktu dikeluarkan atau baru kemudian,yaitu jika dibiarkan.

Tidak semua macam kekeruhan bersifat abnormal.Urin normalpun akan menjadi agak keruh jika dibiarkan atau didinginkan:kekeruhan ringan itu disebut nubecula dan terjadi dari lender,sel epitel dan leukosit.

Sebab sebab urin keruh dari mula mula

  1. Fosfat amorf dan karbonat dalam jumlah besar.Mungkin terjadi setelah seseorang makan banyak.Kekeruhan itu hilang jika urin diberikan asam asetat encer.Sediment mengandung banyak Kristal fosfat atau karbonat
  2. Bakteri bakteri.Kekeruhan yang terjadi bukan saja disebabkan oleh berkembangbiaknya kuman,tetapi juga oleh bertambahnya unsure sediment seperti sel epitel,leukosit,dsb.
  3. Unsure unsure sediment dalam junlah besar.
    1. Eritrosit eritosit yang menyebabkan urin menjadi keruh dan berupa serupa air daging
    2. Leukosit leukosit: adanya dibenarkan dengan pemeriksaan mikroskopik sediment.
    3. Sel sel epitel.akan terlihat juga dalam sediment pada pemeriksaan lebih lanjut.
  1. Chylus dan lemak .Urin keruh menyerupai susu encer.Jika kekeruhan disebabkan oleh adanya butir butir lemak (lipuria),maka pada pemeriksaan mikroskop dapat dilihat butir butir lemak.Kalau urin yang bercampur chylus atau lemak kocok dengan ether ,kemudian ether itu diteteskan kepada sepotong kertas,akan ketinggaalan bacak lemak pada kertas tadi.
  2. Benda benda koloid

Berat Jenis

Penetapan berat jenis urin biasanya cukup teliti dengan menggunakan urinometer.Apabila sering melakukan penetapan berat jenis dengan contoh urin yang volumenya kecil,sebaiknya memakai refraktometer untuk tujuan itu.

Berat jenis urin sangat erat hubunganya dengan dieresis,makin besar diuresis, makin rendah berat jenis dan sebaliknya.Berat jenis urin 24 jam dari orang normal biasanya berkisar antara ,1,016 – 1,024.

Derajat  Keasaman Urin

Penetapan reaksi atau PH urin tidak banyak berarti dalam pemeriksaan penyaring.Akan tetapi pada gangguan keseimbangan asam basa penetapan itu dapat member kesan tentang keadaan dalam tubuh,apalagi bila disertai penetapan jumlah asam yang diekskresikan dalam waktu tertentu,jumlah ion NH4,dsb.

Uji keasaman urin bisa dilakukan dengan pemeriksaan berikut:kertas lakmus,carik celup,kertas nitrazin,dan ph meter

Penetapan asam basa dengan kertas lakmus

Prinsip: perubahan warna kertas lakmus dalam suasana keasaman tertentu

Tujuan: mengetahui pH urine

Alat yang dipakai: kertas lakmus merah – biru
Cara pemeriksaan:

  1. Kertas lakmus merah atau biru dibasahi urine
  2. Tunggu 1 menit, perhatikan perubahan warna yang terjadi

Pelaporan:

  1. Urine asam: lakmus biru → merah
  2. Urine basa: lakmus merah → biru
  3. Urine netral: lakmus merah/biru tidak berubah warna

Protein

Pemeriksaaan terhadap protein termasuk pemeriksaan rutin.Kebanyakan cara rutin untuk menyatakan adanya protein dalam urin berdasarkan pada timbulnya kekeruhan.Karena padatnya atau kasarnya kekeruhan itu menjadi satu ukuran untuk jumlah protein yang ada,maka menggunakan urin yang jernih betul menjadi syarat penting pada test test terhadap protein

Jika urin yang akan diperiksa jernih,boleh terus dipakai,kalau pakailah cairan atas dari urim pusingan atau filtrate urin.Seandainya cairan atas dari urim pusingan atau filtrate tidak mau menjadi jernih,berilah kepada satu volume urin 1/10 volume keiselguhr atau carbo adsorbens,kocoklah kuat kuat dan saringlah berulang ulang sampai mendapat filtrate jernih.

Cara menilai hasil ini berlaku baik untuk tes dengan asam sulfosalicyl,maupun test dengan asam asetat.Cara penilaian ini menghindarkan adanya penilaian la[oran yang meragukan dengan member batas batsa tegas antara derajat kepositifan.

Negatif                                               Tidak ada kekeruhan sedikit juga

Positif   +                  atau 1 +             Ada kekeruhan ringan tanpa

butir butir,kadar protein kira kira

0,01 – 0,05

            Positif   + +               atau 2 +                 kekeruhan mudah dapat dilihat

dan Nampak butir butir dalam

kekeruhan itu ( 0,05-0,2)

Positif   + + +            atau 3 +                Urin jelas keruh dan kekeruhan

Itu berkeping keping (0,2-0,5)

 Positif   + + + +        atau 4 +             urin sangat keruh  dan

kekeruhan berkeping keeping dan

bergumpal ataupun memadat

(lebih dari 0,5 %). Jika dapat lebih dari

3% protein akan terjadi bekuan

Glukosa

Pemeriksaan terhadap adanya glukosa dalam urin termasuk pemeriksaan penyaring.menyatakan adanya glukosa dapat dilakukan dengan cara yang berbeda beda asasnya.Cara yang tidak spesifik menggunakan sifat glukosa sebagai zat pereduksi,pada test semacam itu terdapat suatu zat dalam reagens yang berubah warna dan sifatnya jika direduksi oleh glukosa.Diantara banyak macam reagens yang dapat dipakai untuk menyatakan adanya reduksi yang mengandung garam cuprilah banyak dipergunakan.

Glukosa dapat dibuktikan juga dengan cara spesifik yang menggunakan enzim glukosa –oxidasa untuk merintis serentetan reaksi dan berakhir dengan perubahan warna dalam reagens yang digunakan.

Cara benedict

  1. Masukkan 5ml reagens benedict ke dalam tabung reaksi
  2. Teteskan sebanyak 5- 8 tetes uria ke dalam tabung
  3. Masukkanlah tabung itu kedalam air mendidih selama 5 menit
  4. Angkatlah tabung ,kocoklah isinya dan baca hasil eduksinya.

Menilai hasil

Negatif                                               tetap biru jernih atau sedikit

kehijau hijauan dan agak keruh

Positif   +                  atau 1 +             hijau kekuning kuningan dan

Keruh ( 0,5 -1% glukosa)

            Positif   + +               atau 2 +                 kuning keruh ( 1 -1,5% glukosa)

Positif   + + +            atau 3 +                jingga atau kuning keruh

(2 -3,5% glukosa)

           Positif   + + + +        atau 4 +             merah keruh (lebih dari 3,5%                                                                                         glukosa)

PEMERIKSAAN SEDIMEN URINE

Pemeriksaan sediment urin termasuk pemeriksaan rutin.Urinyang dipakai itu ialah urin segar atau urin yang dikumpulkan dengan pengawet .Yang paling baik untuk pemeriksaan urin adalah urin pekat,yaitu yang mempunyai berat jen is 1023 atau lebih tinggi ,urin yang pekat lebih muda didapat bila memakai urin pagi sebagai pemeriksaan.
Cara pemeriksaan  (mikroskopi):

  1. Kocok urine dalam botol agar sedimen merata
  2. Masukan urine dalam tabung sentrifuge 10 –15 cc → sentrifuge selama 5 menit dengan kecepatan 2000 rpm
  3. Tuang bagian atas urine → tinggal 0,5 – 1 cc → kocok kembali sedimen
  4. Tuang dalam obyek glass, tutup dengan cover glass → periksa dibawah mikroskop

Hasil yang mungkin ditemukan ( unsure unsure sediment):

  1. Organik
    1. Epitel
    2. eritrosit,
    3. lekosit,
    4. silinder
    5. Kristal
    6. jamur, trikomonas
    7. spermatozoa
  1. Anorganik
    1. Bahan amorf
    2. Kristal Kristal normal:calcium oxalate,ammonium-magnesium dll
    3. Kristal Kristal yang menunjukkan urin abnormal:cystine,leucine,tyrosine,dll

About medicalcom

medical
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s